Iba Sang
Anak
By:
Endang Santika
Aku sebagai gadis kecil kala
itu hanya bisa memandang
Tentu bukan panorama elok
yang ku pandang
Bukan juga surganya dunia
Apalagi yang berisi unsur
kesenangan
Yang ku pandang hanya sebatas
wajah yang menggambarkan kesengsaraan
yang juga berkeinginan untuk
menjerit dengan kencangnya
Matanya yang membelalak dan
berair
Seakan ingin menggambarkan
tidak terima perlakuan yang ia dapat
Hidungnya ikut kembang kempis
Menawarkan perdamaian mata
dan hatinya
Bibirnya kering serta melebar
Hanya menandai ia merasa
lelah dan letih
Bukan melainkan kesenangan
yang ia dapat sehingga senyum yang terlihat
Rambut panjangnya yang lusuh
dan tak beraturan
Karena ulah tangannya yang
memberontak akan keadaannya
Bukan... bukan saja fisiknya yang
rusak kala itu
Hati... hatinya juga rusak
bahkan menjalar ke organ lainnya
Hidupnya dirusak, bukan,
tentu bukan oleh virus mematikan
Ini tidak dapat dilihat oleh
kacamata dokter sekalipun
Bukan penyakit fisik ku
katakan sekali lagi
Ini hal yang lebih kejam di
dunia
Dan tak ada yang menyaingi
Lantas ulah siapa dan apa
Akupun sangat berat
mengatakannya
Ini adalah tentang ulah siapa
Siapa itu melainkan teman
hidupnya sendiri, sebutnya sebagai suami
Suaminya yang membelah diri
sejak itu
Ternyata menyatu kembali
dengan memilih meninggalkannya
Dan memilih dia yang lebih
muda lantas meninggalkan kami
Namun, aneh yang kulihat ini terlalu
menyakitkan
Hal itu membuat ku tak mampu
meneruskan pandangan itu
Ditambah lagi suaminya pergi
begitu saja
Tanpa, iya. tanpa melihat
keadaan teman hidupnya setelah itu
Sungguh miris ku tak berdaya
kala itu
Bahkan tangisan kecil yang
meledak dalam diriku
Mataku memerah, cegukan yang
tak terbendung
Ku rebahkan badanku pada
kasur dan tangisan lebih kencang lagi ku dapat
Dengan bantuan bantal ku
dapat mengecilkan suara tangisan bodoh ini
Ingin, ingin kala itu sebagai
anak
Aku ingin sekali menemani ibu
Namun, apa daya akupun tak
kuasa menghentikan tangisanku
Dan,, dan hal itu khawatir
membuat parah kondisi ibuku
Wanita bukan superhero
yang selamanya kuat
Pertimbangkanlah hati kami
Agar kau mengerti kondisi
kami
Dan kuatlah sebagai wanita
Karena wanita tak selamanya
bisa dilemahkan
Aku sebagai seorang anak
hanya bisa merasa iba yang amat dalam dan menangis tak tertahankan
Waktu tabu yang tak
terlupakan
Silahkan berkomentar dengan sopan dan beradab :D
ConversionConversion EmoticonEmoticon