Geografi
Rupa bumi yang berbentuk gunung api
[8] DIY terletak di bagian tengah-selatan Pulau Jawa,
secara geografis terletak pada 8º 30' - 7º 20' Lintang Selatan, dan 109º 40' -
111º 0' Bujur Timur. Berdasarkan bentang alam, wilayah DIY dapat dikelompokkan
menjadi empat satuan fisiografi, yaitu satuan fisiografi Gunungapi Merapi,
satuan fisiografi Pegunungan Sewu atau Pegunungan Seribu, satuan
fisiografi Pegunungan Kulon Progo, dan satuan fisiografi
Dataran Rendah.
Satuan fisiografi Gunungapi Merapi,
yang terbentang mulai dari kerucut gunung api hingga dataran fluvial gunung
api termasuk juga bentang lahan vulkanik, meliputi Sleman, Kota Yogyakarta
dan sebagian Bantul. Daerah kerucut, dan lereng gunung api merupakan daerah
hutan lindung sebagai kawasan resapan air daerah bawahan. Satuan bentang alam
ini terletak di Sleman
bagian utara. Gunung Merapi yang merupakan gunungapi aktif dengan karakteristik
khusus, mempunyai daya tarik sebagai objek penelitian, pendidikan, dan
pariwisata.
Karts mendominasi struktur rupa bumi di wilayah
Gunungkidul bagian selatan
Satuan Pegunungan Selatan atau Pegunungan Seribu, yang
terletak di wilayah Gunungkidul, merupakan kawasan perbukitan batu gamping
dan bentang alam
karst
yang tandus, dan kekurangan air permukaan, dengan bagian tengah merupakan cekungan Wonosari yang
telah mengalami pengangkatan secara tektonik sehingga terbentuk menjadi Plato
Wonosari (dataran tinggi Wonosari). Satuan ini merupakan bentang alam hasil
proses solusional (pelarutan), dengan bahan induk batu gamping, dan
mempunyai karakteristik lapisan tanah dangkal, dan vegetasi penutup sangat
jarang.
Satuan Pegunungan Kulon Progo, yang terletak di Kulon
Progo bagian utara, merupakan bentang lahan struktural denudasional
dengan topografi berbukit, kemiringan lereng curam, dan potensi air tanah
kecil.
Satuan Dataran Rendah, merupakan bentang lahan fluvial
(hasil proses pengendapan sungai) yang didominasi oleh dataran aluvial,
membentang di bagian selatan DIY, mulai dari Kulon Progo sampai Bantul yang
berbatasan dengan Pegunungan Seribu. Satuan ini merupakan daerah yang subur.
Termasuk dalam satuan ini adalah bentang lahan marin dan eolin yang belum didayagunakan,
merupakan wilayah pantai yang terbentang dari Kulon Progo sampai Bantul. Khusus
bentang lahan marin dan eolin di Parangtritis Bantul, yang terkenal dengan gumuk pasirnya, merupakan
laboratorium alam untuk kajian bentang alam pantai.
Dataran Pantai Parangtritis
Kondisi fisiografi tersebut membawa pengaruh
terhadap persebaran penduduk, ketersediaan prasarana, dan sarana wilayah, dan
kegiatan sosial ekonomi penduduk, serta kemajuan pembangunan antarwilayah yang
timpang. Daerah-daerah yang relatif datar, seperti wilayah dataran fluvial
yang meliputi Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul
(khususnya di wilayah Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta) adalah wilayah
dengan kepadatan penduduk tinggi, dan memiliki kegiatan sosial ekonomi
berintensitas tinggi, sehingga merupakan wilayah yang lebih maju, dan berkembang.
Dua daerah aliran sungai (DAS) yang cukup besar
di DIY adalah DAS Progo di barat, dan DAS Opak-Oya di timur.
Sungai-sungai yang cukup terkenal di DIY antara lain adalah Sungai Serang, Sungai Progo,
Sungai Bedog, Sungai Winongo, Sungai Boyong-Code, Sungai Gajah Wong, Sungai Opak,
dan Sungai Oya.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta



Silahkan berkomentar dengan sopan dan beradab :D
ConversionConversion EmoticonEmoticon